Aku akan lebih bisa mengkritik
diriku sendiri, dan memperbaiki
gayaku. Karena Allah swt.
Dan sesungguhnya hari
kemudian itu lebih baik bagimu
daripada yang sekarang
(permulaan)
(TQS. Ad-duha : 4)
Seseorang dengan bayangan
masa lalu dan tidak memiliki
fokus masa depan yang jelas
berujung pada kegagalan. Masa
lalu dibutuhkan dalam batas
proporsional saja sebagai
lecutan dan refleksi (cerminan)
masa akan datang. Musik, Buku
diary, souvenir, hadiah
pemberian dari orang-orang
terdekat bisa jadi mengingatkan
akan sebuah moment atau
kenangan tertentu dan kitapun
akan larut didalamnya.
Islam di desain futuristik
mengajarkan pemeluknya
senantiasa menatap masa depan
serta mempersiapkan hari
akhirat dengan sebaik-baiknya
tidak berorientasi semata-mata
pada masa sekarang. Kita sering
terpuruk lama sekali dengan
segala kegagalan, kebodohan,
keteledoran masa lalu itu. Pada
gilirannya kitapun lupa buat
bersyukur dan mengutuk sejadi-
jadinya diri kita dan pesimistis.
Padahal banyak hal yang bisa di
petik dari serangkaian kejadian
di masa lalu. Nilai-nilai hikmah
tiap-tiap peristiwa menjadikan
kita memiliki pengalaman baru,
kekuatan batin baru (Kesabaran,
ketelitian,kreatif, dinamis) untuk
menghadapi segala tantangan
akan datang. Semangat seorang
pembelajar sejati akan
menganggap kehidupan sebagai
sekolah terbaiknya. Masa lalu
adalah pelajaran berharga untuk
dirinya serta bisa dibagikan
dengan orang lain.




0 komentar:
Posting Komentar