RSS
Wellcome to my blog.. semga bermanfaat dan jangan lupa tinggalkan pesan

Kisah Cangkir yang Cantik

Posted by : Life is an Adventure di 17.02 0 Comments


Sepasang kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko souvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat cangkir itu,” kata si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.

Saat mereka mendekati cangkir itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima kasih untuk perhatiannya, perlu diketahui bahwa aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok tanah liat yang tidak berguna. Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.

Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop! Stop! Aku berteriak, Tetapi orang itu berkata “belum!” lalu ia mulai menyodok dan meninjuku berulang-ulang. Stop! Stop! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku, tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku ke dalam perapian. Panas! Panas! Teriakku dengan keras. Stop! Cukup! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum!”

Akhirnya ia mengangkat aku dari perapian itu dan membiarkan aku sampai dingin. Aku pikir, selesailah penderitaanku. Oh ternyata belum. Setelah dingin aku diberikan kepada seorang wanita muda dan dan ia mulai mewarnai aku. Asapnya begitu memualkan. Stop! Stop! Aku berteriak.

Wanita itu berkata “belum!” Lalu ia memberikan aku kepada seorang pria dan ia memasukkan aku lagi ke perapian yang lebih panas dari sebelumnya! Tolong! Hentikan penyiksaan ini! Sambil menangis aku berteriak sekuat-kuatnya. Tapi orang ini tidak peduli dengan teriakanku.Ia terus membakarku. Setelah puas “menyiksaku” kini aku dibiarkan dingin.

Setelah benar-benar dingin, seorang wanita cantik mengangkatku dan menempatkan aku dekat kaca. Aku melihat diriku. Aku terkejut sekali. Aku hampir tidak percaya, karena di hadapanku berdiri sebuah cangkir yang begitu cantik. Semua kesakitan dan penderitaanku yang lalu menjadi sirna tatkala kulihat diriku.

Sahabat, untuk meraih kebahagiaan hidup dunia akhirat, tak ada yang gratis. Semuanya diawali dengan proses yang penuh dengan tantangan, hambatan, dan kendala. Mulai dari toxic word yang bisa mejatuhkan mental kita, hingga keterbatasan sarana maupun materi yang seolah memasung kaki kita untuk melangkah meraih bahagia. Tanpa disadari, terkadang kita berburuk sangka kepada ALLAAH swt. Sesulit inikah untuk meraih hidup berkah?

Dalam pembelajaran praktis UMMAT TERBAIK HIDUP BERKAH, kita diajak untuk mengalahkan rasa takut yang sering menghantui kita ketika menjalani proses menuju sukses. Tak hanya itu, UTHB juga memberikan kiat teori dan praktis yang SEDERHANA, MUDAH DIMENGERTI, DAN MUDAH DITERAPKAN bagaimana meningkatkan kapasitas diri sebagai pengusaha muslim dan enterpreneur sejati untuk menyelesaikan setiap masalah yang kita hadapi sehingga bisnis islami kita jadi mesin uang. Semuanya tergambar jelas dalam materi-materi motivasi dan pelatihan bisnis HIDUP BERKAH yang powerfull.

aku hanya ingin saling mengingatkan, bahwa sebagai Mukmin, kita tentu tidak menaruh rasa sangsi tentang depiksi Surga yang diceritakan dalam al-Quran dengan keindahan dan nikmat-nikmat di dalamnya. Tapi tahukah kamu, Kawan, bahwa untuk layak tinggal di dalamnya sangatlah tidak mudah? Perlu pengorbanan dari kita untuk itu; bahkan darah sekalipun adalah sebuah keniscayaan.

My Style

Posted by : Life is an Adventure di 16.57 0 Comments



Aku akan lebih bisa mengkritik
diriku sendiri, dan memperbaiki
gayaku. Karena Allah swt.
Dan sesungguhnya hari
kemudian itu lebih baik bagimu
daripada yang sekarang
(permulaan)
(TQS. Ad-duha : 4)
Seseorang dengan bayangan
masa lalu dan tidak memiliki
fokus masa depan yang jelas
berujung pada kegagalan. Masa
lalu dibutuhkan dalam batas
proporsional saja sebagai
lecutan dan refleksi (cerminan)
masa akan datang. Musik, Buku
diary, souvenir, hadiah
pemberian dari orang-orang
terdekat bisa jadi mengingatkan
akan sebuah moment atau
kenangan tertentu dan kitapun
akan larut didalamnya.
Islam di desain futuristik
mengajarkan pemeluknya
senantiasa menatap masa depan
serta mempersiapkan hari
akhirat dengan sebaik-baiknya
tidak berorientasi semata-mata
pada masa sekarang. Kita sering
terpuruk lama sekali dengan
segala kegagalan, kebodohan,
keteledoran masa lalu itu. Pada
gilirannya kitapun lupa buat
bersyukur dan mengutuk sejadi-
jadinya diri kita dan pesimistis.
Padahal banyak hal yang bisa di
petik dari serangkaian kejadian
di masa lalu. Nilai-nilai hikmah
tiap-tiap peristiwa menjadikan
kita memiliki pengalaman baru,
kekuatan batin baru (Kesabaran,
ketelitian,kreatif, dinamis) untuk
menghadapi segala tantangan
akan datang. Semangat seorang
pembelajar sejati akan
menganggap kehidupan sebagai
sekolah terbaiknya. Masa lalu
adalah pelajaran berharga untuk
dirinya serta bisa dibagikan
dengan orang lain.

My Dream

Posted by : Life is an Adventure di 21.17 0 Comments


Malam ini terasa sunyi dan sepi. Belakangan ini hujan terus menerus membasahi atap rumahku. Aku merasa bosan, tak ada yang dapat kulakukan selain berbaring terlentang diatas kasur empukku. Hanya terdiam, terpaku aku melihat cahaya bulan dari lubang atap berkaca yang sengaja kubuat untuk menerangi kamarku saat siang dan juga agar aku dapat melihat dengan puas cahaya rembulan malam. Terasa hampa, sunyi, sepi malam ini, hanya ada suara percikan air yang menyapaku malam ini.
“zim………..” Papaku tiba-tiba memenggilku.
“ya………ada apa Pa?” jawabku.
“Temenmu nunggu diluar!”
“Temen?”
“Iya……..si Andi nungguin kamu diluar!”
“Bilangin tunngu bentar ya,Pa!”
Seperti biasanya, Andi hanya pura-pura meminjam bukuku. Maksud dia sebenarnya cuman mau ngajak aku ngobrol saja.
“Zim!” Andi tiba-tiba muncul didepanku.
“ Tumben malam-malam mampir? Ada hal penting paan?” tanyaku heran
“Ah….. gak papa koq. Ku cuman mau pinjem buku tugasmu aja koq. Sekalian……..”
“Sekalian paan?”
“Yah…… kita ngobrol diluar!”
Dari pada bosan di kamar hanya nonton “naruto” film faforitku, lebih baik aku ngobrol diluar saja sama Andi. Toh…. Gak ada ruginya koq, pikirku dalam hati. Kami berdua pun keluar dan ngobrol di teras rumahku, karena bosan, kami pergi membeli cemilan dikios seberang jalan. Tiba-tiba HPku berdering. Ku lirik sejenak, ternyata yang meneleponku adalah papaku.
“Ya,Pa? ada apa?” tanyaku
“Kamu dimana? cepat pulang ya, ada yang mau papa bicarakan. Kita bertemu di rumah sakit.”
“Ya…..”
“Bawain makan malam ntar kesini!”
“Beres dah…”
Telepon singkat dari Ayah tadi mengakhiri pertemuan kami malam itu. Tak terasa jam sudah mennjukkan pukul 7 malam. Seperti yang dukatakn Ayah tadi, pergi kerumah adalah tujuan petamaku dan selanjutnya kerumah sakit.
Sesampainya di rumah, aku segera mengemas makan malam untuk keluargaku dirumah sakit. Namun, aku tak melihat ada orang dirumah, mungkin mereka keluar, sebentar. pikirku dalam hati.
Sesampainya dirumah sakt, aku segera menuju kamar dimana tempat mamaku dirawat. Ya, sebulan lalu mamaku ditabrak oplet, kepalanya terbentur keras hingga harus dirawat dirumah sakit. Namun hari ini terasa aneh, kulihat papa, abangku, kakakku, nenekku, dan bibiku sedang duduk dikoridor dekat kamar mama dirawat. Aku heran, namun jantungku berdetak keras. Aku merasa ada yang aneh hari ini. Kulihat wajah mereka begitu pucat, lesu, dan bimbang.

“Ada apa rame-rame disini? Koq tumben?” tanyaku dengan suara lembut dan ketakutan.
“Mama………” kata kakakku.
‘Mama kenapa kak?” aku memang sudah dapat menerka jawabannya dari ekspresi wajah mereka.
“Mamau sekarat, kita hanya dapat pasrah dan berdoa saja.” Kata Papa ku dengan nada lembut.

Waktu demi waktu terus berjalan. Sudah 5 jam kami menunggu di koridor ini. Tubuhku rasanya sudah mati rasa menunggu kepastian dari dokter. Sesekali kulirik wajah keluargaku, terpancar mimik gelisah, takut, dan bimbang. Hanya doa yang dapat kami panjat saat ini.
“Krek…………………” dokterpun keluar dari pintu kamar mamaku.
Terdengar suara pintu kamar mamaku terbuka. Kami serentak berdiri dan menemui dokter. Terlihat ekspresi wajah dokter yang kelelahan, bimbang, dan kepala yang menunduk, yang seakan-akan aku dapat menerka apa yang akn dikatakannya pada kami. Ya, mungkin yang ingin dikatakannya adalah…………… Ah, saat ini aku tidak boleh berpikir pesimis, kataku dalam hati.
Dengan langkah kecil aku menghampiri dokter.
“Gimana dengan keadaan mamaku, Dok?” tanyaku dengan nada terputus-putus.
“Mamamu……………” kata dokter sambil menghusap keringat di keningnya
“ Ya, bagaimana keadaannya?” tanya bibiku yang sejak dari tadi terus berdoa demi keselamatan mamaku.
“Kami sudah berusaha sebaik mungkin, ibu anda sudah dipanggil yang kuasa” kata dokter
“ Mama……………..” kata kakaku sambil berlari menuju kamar mamaku.
Aku mulai merasakan jantungku seperti dijepit, kakiku seperti ditimpa beban berat, badanku gemetar. Serasa aku ingin berteriak sekeras-kerasnya.Aku ingin melihat wajah mama yang dulu. Aku ingin mencicipi masakan mama yang aromanya belum hilang dari penciumanku. Aku ingin mendengar ocehan mama. Aku ingin semuanya itu kembali.
Tak terbendung lagi air mataku, sambil memasuki kamar mamaku dengan langkah kecilku. Ku tak tahu harus berbuat apa. Papaku, Kakakku ,Abangku, Nenekku, Bibiku semuanya menangis di samping mamaku.
“Ma, bangun ma!” kata abangku.
“Sudahlah. Relakanlah, mamamu pasti senang disana!” kata bibiku.
“Senang?” tanya kakaku
“Ya, karena terwujudlah impiannya selama ini.” Jawab bibiku
“Impian apa, Bi?” tanyaku penasaran.
“ Terwujudlah impiannya untuk bertemu Tuhan Yesus diatas sana.” Jawab nenekku sambil menghelus dadaku.
Mataku serasa kering, air mataku serasa habis. Mamakupun dibawa pulang kerumah. Dua hari pesta peringatan meninggalnya mamaku diadakan. Banyak resepsi acara yang diadakan, namun satupun aku tak mengerti untuk apa.





Hari ini adalah hari pemakaman mamaku. Hari ini cuaca mendung seperti biasanya. Aku tak tahan melihat mamaku dibaringkan dipeti mati yang sempit, diletakkan diliang kubur yang pengap. Inginku menemaninya, berdua bersamanya, namun apa yang yang dapat kuperbuat. Hanya memandangi mamaku untuk terakhir kalinya.
“Sudahlah, Zim. Ini semua sudah ditakdirkan Yang Maha Kuasa. Kita hanya dapat berdoa agar roh ibumu damai di alam sana.” Kata papaku.
“Ia, Pa. aku tahu.” Jawabku.

Hari itu begitu menyedihkan bagiku. Hari itu merupakan hari yang tak dapat kulupakan seumur hidupku. Semua impianku, semua angan-anganku, berakhir sia-sia. Impianku untuk membahagiakan mamaku, mengembalikan senyuman manisnya, membawanya pulang kerumah dengan kondisi yang sehat, semuanya berakhir sia-sia.

Malam-malamku terasa hampa lagi. Ku tak tahu apa yang harus kulakukan. Sambil menetaskan air mata, semua impianku, angan-anganku, kutuliskan diatas kertas putih.
Lalu kusimpan di kotak kesayanganku. Tiap malam aku hanya dapat berdoa “semoga mamaku senang disana. Ma, I LOVE YOU.” Hanya kata singkat itu yang dapat kusampaikan, impianku hanya sebatas diatas kertas.

Jatuh Cinta ? atau Bangun Cinta ?

Posted by : Life is an Adventure di 04.38 0 Comments


Teringat cerita sahabat kemarin....
dibuku yang dia baca ada bahasan tentang Jatuh cinta dan bangun cinta...
mmmm menarik sekali.. ingin rasanya bisa baca bukunya tapi sepertinyaa sulit juga cari bukunya... (judulnya aja lupa hehehe.....)

Yup’s berusaha mengambil ilmu dan dari apa yang didengar.....
Jatuh cinta???? Or Bangung Cinta?????
Jatuh cinta.... yang kata orang berjuta rasanya... (kataku juga ckckkck ^_^), memang indah , ketika kita bisa memiliki pasangan hidup dengan orang yang memang kita jatuh cinta padanya.
Hidup serasa lengkap sudah....
Sedangkan
Membangun cinta????mmmmm perlu sedikit berfikir untuk mencerna maknanya ,
tapi banyak juga aku lihat...
orang-orang yang membangun cinta dan mereka bahagia membangun cinta.....
dan hidup mereka semakin bahagia.



Ketika kita belum menemukan orang yang bisa membuat kita jatuh cinta atau sebaliknya......
mungkin akan lebih baik ketika kita berusaha membangun cinta dengan orang yang kita yakini , bahwa orang itu bisa membuat kita semakin baik, semakin kuat dan yang tentu semakin mendekatkan kita pada-Nya, tanpa harus menunggu jatuh cinta ^_^
Insya Alloh .... cinta itu akan datang dengan indah

SMILE :)

Posted by : Life is an Adventure di 04.22 0 Comments





My Mother, my friend so dear, Throughout my life youre always near, A tender smile to guide my way, Youre the sunshine  to light my day. Anonymous. My mom is a neverending song in my heart of comfort, happiness, and being.
He wrote something that really changed my perspective and attitude about my mission, and about life. He said, "You choose what kind of day it's going to be. Each day choose to make it the best day. And always keep smiling!" This scripture inspired the name of this blog, it's kind of become my life motto. We have choice! We have the wonderful ability, to get over the hard things, and choose to smile, and just be grateful that we have another day to make choices.
I Can Always Make You Smile. SmS4Smile.org is created to bring smiles, happiness, and nice things in life to everyone. Hope that you can relax and feel happy when visiting my website. Enjoy your life and believe in yourself.
Kathy Chang: I am a girl who always loves to share happy stuffs with people around me.and even there's nothing special to share, I still love to smile all the time. Cuz I think that a smile with a person can make this world much more The answer lies in our attitude towards life. If we are more accepting of situations, we will be able to smile more easily. Here are some inspiring smile quotes. Always
Do You Hate Your Life But Always Smile And Face It? Join friendly people sharing true stories in the I Hate My Life But Always Smile and Face It group. Find forums just want to says 'HELLO' to everyone in the world ! im proud with my life my life is so complicate i do no what to i always happy that i have family and friends i so proud with my 'BFF' is fatimah because her always help me Good Humor to Keep You Always Smile. May 6, 2011 12:42 pm admin Communications. Humor is a vital part in everybody's life and is very substantial in our conversation. So in this SMS world, humor and jokes have become very easy to Posted by Always Smile | Apr 4, 2011 | Labels: Life. Dalam perjalanan pulang ke rumah mesti dah menganyam Good Humor to Keep You Always Smile. Humor is a vital part in everybody's life and is very substantial in our conversation. So in this SMS world, humor and jokes have become very easy to communicate in our friends and family even at our Kathy Chang: I am a girl who always loves to share happy stuffs with people around me.and even there's nothing special to share, I still love to smile all the time. Cuz I think that a smile with a person can make this world much more View ALWAYS SMILE IN LIFE's professional profile on LinkedIn. LinkedIn is the world's largest business network, helping professionals like ALWAYS SMILE IN LIFE I want to feature three of the antique Disney toys in my home that never fail to give me a big smile every time I look at them. These toys may be a bit worn.Kathy Chang: I am a girl who always loves to share happy stuffs with people around me.and even there's nothing special to share, I still love to smile all the time. Cuz I think that a smile with a person can make this world much more View ALWAYS SMILE IN LIFE's (India) professional profile on LinkedIn. LinkedIn is the world's largest business network, helping professionals like ALWAYS SMILE IN ALWAYS smile at life, because if you do life will smile to you. ♥
Wearing white is often seen as a major no-no, and not only by fashion-savvy folks, but also by regular people who rely exclusively on their personal tastes in their bemylovebug: sunshineysmiles: I absolutely love this picture. I’m sure I’ll upload this more than once on this blog… Love this book!
ALWAYS smile! Life is to short to be unhappy!'s profile on Myspace, the leading social entertainment destination powered by the passion of our fans.An old Italian man lived alone in the country. He wanted to dig his Tomato garden but it was very hard work as the ground was hard. His only son, Vincenzo, who used to 

Gerimis

Posted by : Life is an Adventure di 03.22 0 Comments


Suatu hari, dalam remang malam..ketika aku berjalan bersama seorang sahabatku..masih dengan perjalanan yang biasa kami lakukan, masih dengan jalan yang biasa kami lalui, tetapi malam itu ada yang beda….di awali dengan percakapan singkat kami yang di iringi gerimis .
aku: masih jalan yang sama, orang yang sama, begini setiap malam…
sahabat: yup, tidak ada yang berbeda, sama seperti malam2 kemarin..
aku: sudah lama kita melalui jalan ini, apa yang berbeda ya…kamu tau gak apa yang berbeda…
Sahabat: kamu tau gak, sebenarnya setiap malam yang kita lalui melewati jalan ini, kita menemukan hal-hal yang baru, hala-hal yang berbeda,,hal-hal yang indah..
aku berfikir…..dalam hatiku aku mengiyakan sambil masih berfikir..
sahabat: coba kamu ingat, setiap kita berjalan kita selalu membicarakan cita-cita kita, masih cita-cita yang sama tapi aku merasa setiap kita bercerita tentang cita-cita kita, kekuatanku, keyakinanku semakin bertambah setiap harinya..
aku: kau benar, terkadang kita gak pernah sadar, bahwa kita berubah setiap detik, menit, jam, hari, minggu, bulan dan tahun….kita berubah setiap waktu yang kita lalui. tapi terkadang kita tidak sadar ya…
Sahabat: itulah…terkadang kita terlalu asik dengan diri kita, hingga kita tidak melihat bahwa tanpa kita sadari kita berubah. lingkungan kita berubah…
aku: seperti malam ini, apakah kau merasa bahwa jalan ini semakin indah, coba lihat..walaupun malam ini gerimis tapi aku malah melihat keindahan disana…lihat lampu jalan itu, lihat gerimis itu…indah sekali…gerimis di bawah lampu jalan…….
Sahabat: seperti salju yang turun dari langit, sepertinya alam ingin berbicara bahwa, bahkan di balik gerimis dan dingin malam pun kita masih bisa melihat kehangatan, bahwa di setiap gelap malam pun masih ada keindahan, bahwa disetiap masalah pun ada hikmah disana, bahwa di setiap kesedihan pun ada kebahagiaan di sana. Bahkan aku percaya bahwa di setiap mimpi kita yang terasa tidak nyata ada jalan menuju kesana…karena kita akan berusaha  mencapainya, seperti gerimis itu, yang berusaha agar sampai kebumi.
Aku: Gerimis di bawah lampu jalan memang indah…ya…
(to:Ezra, selalu ada cara untuk melihat keindahan hidup ini)

Warna-Warni Kehidupan Antara Kebahagiaan dan Kesedihan

Posted by : Life is an Adventure di 03.16 0 Comments

Akhirnya jadi juga aku menulis di blogku. Ini adalah tulisan pertamaku yang aku simpan diblog ini, so harap maklum kalau tulisannya tidak sebagus tulisan para penulis lainnya. Sebenarnya aku bukan penulis atau orang yang pandai menulis, aku hanya mencoba menuliskan apa yang ingin aku tulis, nah lho bingung kan, ya udah gak usah dipikirin. Sekarang kita kembali ke topik kita.
Warna – warni kehidupan, ya setiap kita yang menjalani hidup di dunia ini pasti penuh dengan warna, bukan warna merah, kuning ataupun hijau seperti warna pelangi, tetapi warna dalam arti penuh dengan sesuatu yang berbeda dan bervariatif antara hidup yang kita alami dengan hidup yang orang lain alami, juga berbagai hal yang sering terjadi selama kita menjalani hidup.

Ada dua hal di dunia ini yang menurutku paling menarik untuk kita ceritakan, yaitu kebahagiaan dan kesedihan, keduanya memang sangat bertolak belakang tetapi keduanya juga berjalan bersama mewarnai kehidupan kita. Setiap kita pasti pernah mengalami keduanya baik kebahagiaan juga kesedihan. Tetapi kebanyakan atau pasti, kita hanya ingin mengalami kebahagiaannya saja dalam hidup kita, tetapi bagaimana jika kita hanya mengalami kebahagiaannya saja tanpa ada kesedihan yang mengikuti dibelakangnya? Pasti kehidupan kita tidak akan berwarna dan menarik untuk kita jalani, namun bagaimana jika kita hanya mengalami kesedihan tanpa ada kebahagiaan yang menemani hidup kita, tentu tidak akan ada orang yang mau menjalani kehidupan seperti demikian.
Maka dari itu Tuhan sangat adil, Dia menciptakan kebahagiaan juga kesedihan. Sama seperti dia menciptakan manusia laki – laki dia juga menciptakan manusia wanita sebagai pendampingnya, hingga saat ini laki – laki tidak akan bisa berdiri tanpa wanita dibelakangnya. Sama seperti kebahagiaan dan kesedihan. Dan satu hal yang perlu kita ketahui bahwa di dunia ini porsi antara kebahagiaan dan kesedihan itu sama atau seimbang, meskipun tidak sedikit dari kita beranggapan bahwa kesedihan itu lebih banyak daripada kebahagiaan, begitu juga sebaliknya. Akupun pernah berpendapat demikian, karena jujur saja pengalamanku selama menjalani kehidupan memang lebih banyak kesedihannya ketimbang kebahagiaannya. Namun setelah aku belajar akhirnya aku bisa melihat kebahagiaan yang luar biasa dalam kehidupan dari sisi yang berbeda sehingga aku bisa yakin dan percaya bahwa antara kebahagiaan dan kesedihan itu seimbang. Bukan hanya aku, banyak orang yang mengerti akan hal ini, tetapi banyak juga orang yang belum mengerti. Maka dari itu aku menulis ini dengan harapan agar semua orang bisa mengerti.
Warna – warni kehidupan juga bisa kita lihat dari mereka – mereka yang kaya, yang setiap hari bisa makan enak tanpa mendapat kesulitan untuk bisa menjalani hidup. Juga mereka – mereka yang hidup di jalan, yang tidak mempunyai keluarga dan sulit untuk bisa makan. Beberapa dari kita pasti beranggapan bahwa Kebahagiaan sudah dimiliki oleh mereka yang kaya dan kesedihan menjadi sahabat buat mereka yang miskin. Anggapan tersebut memang benar, tetapi bisa menjadi salah besar jika kita berkata Pasti. Karena pada kenyataannya cukup banyak mereka yang kaya dan kelihatan tidak mempunyai beban dalam hidupnya namun selalu mendapat kesedihan, sedangkan mereka yang miskin justru memiliki sesuatu yang sangat berharga untuk hidup mereka yaitu kebahagiaan.
Apa yang salah hingga hal demikian bisa terjadi? Yang salah adalah pola pikir kita dan cara kita dalam menghadapi kebahagiaan juga kesedihan. Setiap kita pasti mempunyai cara yang berbeda dalam menghadapi warna – warni kehidupan seperti demikian, namun apakah cara yang kita ambil itu selalu benar? Jawabannya Tidak.
Untuk menghadapi sebuah kebahagiaan mungkin terdengar sangat mudah, dan pandangan seperti inilah yang kadangkala membuat kebahagiaan kita menjadi tidak sempurna, karena kebahagiaan yang sesungguhnya adalah orang lain dapat menikmati kebahagiaan kita, itulah kebahagiaan. Lalu bagaimana buat mereka yang sudah mendapatkan kebahagiaan yang melimpah? Bagikanlah kebahagiaan itu untuk mereka yang memerlukannya, karena tidak mungkin selamanya kebahagiaan menjadi sahabat kita, sehingga ketika kita mendapat kesedihan, orang yang telah kita berikan kebahagiaan dapat mengajarkan kita apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi kesedihan itu.
Dan untuk menghadapi kesedihan, inilah ujiannya, seringkali kita terlalu lama larut dalam kesedihan hingga tidak bisa melihat sedikitpun kebahagiaan yang sebenarnya ada disekitar kita. Kita seringkali berpikir bahwa kesedihan kita lebih banyak dibandingkan kebahagiaan, seperti yang aku alami sebelum aku mengerti akan hal ini. padahal sebenarnya kita masih terlalu cepat untuk mengatakan hal demikian. Hal yang tidak kita sadari adalah, sebenarnya hal seperti itu sangat baik untuk kelanjutan hidup kita. Lho maksudnya apa? Aku pernah membaca sebuah kalimat yang tertulis demikian pada sebuah buku “ Ujian karakter yang sejati bukanlah berapa banyak yang kita ketahui, melainkan berapa banyak yang bisa kita lakukan ketika kita tidak tahu harus melakukan apa “. Ketika kesedihan datang kita merasa itu adalah pukulan yang sangat berat dan membuat kita tidak tahu harus melakukan apa, nah disitulah sebenarnya tujuan Tuhan memberikan kita kesedihan, agar kita dapat menjadi pribadi yang kuat dan tidak mudah menyerah. Dan modal itulah yang dapat membuat kita bisa mendapatkan kebahagiaan yang kekal. Aku sangat kagum buat mereka yang hidup di jalan dan tidak mempunyai keluarga justru bisa menjalani hidup dengan penuh kebahagiaan, mungkin karena mereka bisa berpikir positif dan bisa mengambil pelajaran dari apa yang mereka alami sebelumnya.
Berpikirlah bahwa sebenarnya masih jauh lebih banyak orang yang lebih menyedihkan hidupnya dari kita, buktinya sekarang anda sedang berhadapan dengan sebuah komputer dengan koneksi internet baik itu di rumah maupun diwarnet, dan ketahuilah diluar sana banyak sekali orang yang tidak bisa berinternetan karena keterbatasan uang juga pengetahuan. untuk kita yang sedang bahagia sering – seringlah kita melihat kehidupan orang yang jauh lebih menyedihkan dari kita, bukan untuk menenggakkan kepala tapi untuk menundukan kepala, belajarlah dari mereka, bagaimana cara mereka menghadapi kesedihan yang cukup berat, lalu untuk kita yang sedang sedih, berhentilah mengeluh dan berkata “ Aku lelah menjalani kehidupan seperti ini.. “.
Warna – warni kehidupan antara kebahagiaan dan kesedihan memang hal yang selalu melekat dalam kehidupan kita, dan bersyukurlah akan adanya itu. Karena apapun yang kita alami baik itu kebahagiaan maupun kesedihan, itu dapat menjadikan kita manusia yang benar – benar telah menjalani kehidupan yang sesungguhnya..

Makna Kehidupan

Posted by : Life is an Adventure di 03.13 0 Comments



Tuhan yang Maha Baik memberi kita ikan,
tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya.
Demikian juga Jika kamu terus menunggu waktu yang tepat,
mungkin kamu tidak akan pernah mulai.
Mulailah sekarang…
mulailah di mana kamu berada sekarang dengan apa adanya.

Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai,
tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.

Perkawinan memang memiliki banyak kesusahan,
tetapi kehidupan lajang juga memiliki suka-duka.
Buka mata kamu lebar-lebar sebelum menikah,
dan biarkan mata kamu setengah terpejam sesudahnya.

Menikahi wanita atau pria karena kecantikannya atau ketampanannya
sama seperti membeli rumah karena lapisan catnya.
Harta milik yang paling berharga bagi seorang pria di dunia ini adalah
hati seorang wanita.

Begitu juga Persahabatan, persahabatan adalah 1 jiwa dalam 2 raga
Persahabatan sejati layaknya kesehatan,
nilainya baru kita sadari setelah kita kehilangannya.

Seorang sahabat adalah yang dapat mendengarkan lagu didalam hatimu
dan akan menyanyikan kembali tatkala kau lupa akan bait-baitnya.
Sahabat adalah tangan Tuhan untuk menjaga kita.

Rasa hormat tidak selalu membawa kepada persahabatan,
tapi jangan pernah menyesal untuk bertemu dengan orang lain…
tapi menyesal-lah jika orang itu menyesal bertemu dengan kamu.

Bertemanlah dengan orang yang suka membela kebenaran.
Dialah hiasan dikala kamu senang dan perisai diwaktu kamu susah.
Namun kamu tidak akan pernah memiliki seorang teman,
jika kamu mengharapkan seseorang tanpa kesalahan.

Karena semua manusia itu baik kalau kamu bisa melihat kebaikannya
dan menyenangkan kalau kamu bisa melihat keunikannya
tapi semua manusia itu akan buruk dan membosankan
kalau kamu tidak bisa melihat keduanya.

Begitu juga Kebijakan, Kebijakan itu seperti cairan,
kegunaannya terletak pada penerapan yang benar,
orang pintar bisa gagal karena ia memikirkan terlalu banyak hal,
sedangkan orang bodoh sering kali berhasil dengan melakukan tindakan tepat.

Dan Kebijakan sejati tidak datang dari pikiran kita saja,
tetapi juga berdasarkan pada perasaan dan fakta.
Tak seorang pun sempurna.
Mereka yang mau belajar dari kesalahan adalah bijak.
Menyedihkan melihat orang berkeras bahwa mereka benar
meskipun terbukti salah.

Apa yang berada di belakang kita dan apa yang berada di depan
kita adalah perkara kecil berbanding dengan apa yang berada di dalam kita.

Kamu tak bisa mengubah masa lalu….
tetapi dapat menghancurkan masa kini dengan mengkhawatirkan masa depan.

Bila Kamu mengisi hati kamu ….
dengan penyesalan untuk masa lalu dan kekhawatiran untuk masa depan,
Kamu tak memiliki hari ini untuk kamu syukuri.

Jika kamu berpikir tentang hari kemarin tanpa rasa penyesalan
dan hari esok tanpa rasa takut,
berarti kamu sudah berada dijalan yang benar menuju sukses.

Like a pencil :D

Posted by : Life is an Adventure di 02.56 0 Comments


Seorang anak bertanya kepada neneknya yang sedang menulis sebuah surat.
“Nenek lagi menulis tentang pengalaman kita ya? atau tentang aku?”


Mendengar pertanyaan si cucu, sang nenek berhenti menulis dan berkata kepada cucunya,
“Sebenarnya nenek sedang menulis tentang kamu, tapi ada yang lebih penting dari isi tulisan ini yaitu pensil yang nenek pakai. “Nenek harap kamu bakal seperti pensil ini ketika kamu besar nanti” ujar si nenek lagi.


Mendengar jawab ini, si cucu kemudian melihat pensilnya dan bertanya kembali kepada si nenek ketika dia melihat tidak ada yang istimewa dari pensil yang nenek pakai.
“Tapi nek sepertinya pensil itu sama saja dengan pensil yang lainnya.” Ujar si cucu.

Si nenek kemudian menjawab, “Itu semua tergantung bagaimana kamu melihat pensil ini. Pensil ini mempunyai 5 kualitas yang bisa membuatmu selalu tenang dalam menjalani hidup, kalau kamu selalu memegang prinsip-prinsip itu di dalam hidup ini.”


Si nenek kemudian menjelaskan 5 kualitas dari sebuah pensil.


“Kualitas pertama, pensil mengingatkan kamu kalo kamu bisa berbuat hal yang hebat dalam hidup ini. Layaknya sebuah pensil ketika menulis, kamu jangan pernah lupa kalau ada tangan yang selalu membimbing langkah kamu dalam hidup ini. Kita menyebutnya tangan Tuhan, Dia akan selalu membimbing kita menurut kehendakNya” .


“Kualitas kedua, dalam proses menulis, nenek kadang beberapa kali harus berhenti dan menggunakan rautan untuk menajamkan kembali pensil nenek. Rautan ini pasti akan membuat si pensil menderita. Tapi setelah proses meraut selesai, si pensil akan mendapatkan ketajamannya kembali. Begitu juga dengan kamu, dalam hidup ini kamu harus berani menerima penderitaan dan kesusahan, karena merekalah yang akan membuatmu menjadi orang yang lebih baik”.


“Kualitas ketiga, pensil selalu memberikan kita kesempatan untuk mempergunakan penghapus, untuk memperbaiki kata-kata yang salah. Oleh karena itu memperbaiki kesalahan kita dalam hidup ini, bukanlah hal yang jelek. Itu bisa membantu kita untuk tetap berada pada jalan yang benar”.


“Kualitas keempat, bagian yang paling penting dari sebuah pensil bukanlah bagian luarnya, melainkan arang yang ada di dalam sebuah pensil. Oleh sebab itu, selalulah hati-hati dan menyadari hal-hal di dalam dirimu”.


“Kualitas kelima, adalah sebuah pensil selalu meninggalkan tanda/goresan. Seperti juga kamu, kamu harus sadar kalau apapun yang kamu perbuat dalam hidup ini akan meninggalkan kesan. Oleh karena itu selalulah hati-hati dan sadar terhadap semua tindakan”.

A Beatiful of Friendship

Posted by : Life is an Adventure di 02.54 0 Comments

Pretty, Prita, Secci, dan Rini. Mereka bersahabat sejak kelas 3 SMP, sampai saat ini pun mereka masih tetap bersahabat. Sekarang ke empat anak tersebut duduk dibangku SMA kelas XI-IA1.Tapi akhir – akhir ini entah kenapa persahabatan mereka renggang. Mereka jarang komunikasi, jarang ngumpul entah apa sebabnya .” Tty kenapa sih kok akhir – akhir ini kita jarang jalan bareng terus komunikasi juga jarang emang ada apa sih ?” Pikir Secci. “ aduh aku sih juga bingung kenapa dengan anak – anak ? apa mungkin mereka lagi sibuk dengan tugas sekolah ya ? tapi sesibuk –sibuknya tugas sekolah kan bisa sms atau missedcall kek ?” sambung Pretty. “ Udah gini aja hari sabtu kita kumpul ditempat biasa sama sekalian kita makan bersama”. Kemudian Pretty menghubungi Rini dan Secci menghubungi Prita. Akhirnya mereka sepakat untuk bertemu di Cafénia tempat mereka biasa nongkrong.

 

Di Cafenialah mereka memecahkan masalah tersebut. “ Teman kenapa sih kok kita sekarang jarang kumpul, komunikasi aja sudah jarang. Emang ada apasih ?” ungkap Pretty.Rini mencoba untuk menjelaskan pada sahabatnya itu “ begini lho Tty kita ini lagi banyak tugas jadi untuk komunikasi aja gak sempat”. Semakin lama bersih tegangpun semakin memanas diantara Pretty dan Rini.Namun mereka mencoba untuk terus menyelesaikannya. “ Sudah – sudah kita kesini ini mau kumpul bukan malah bertengkar!!! Sekarang gak usah di bahas lagi” celah Secci. Tiba –tiba Prita menceritakan masalah pribadanya, padahal hal tersebut tidak penting untuk dibicarakan saat itu “ oh ya aku ingin cerita sama kalian. Diam – diam aku suka sama Lutfi anak SMA SIKA” . Prita menjelaskan cerita yang dialaminya.
Ceritanya itu Prita di ajak oleh Cisa untuk mengantarkan undangan Band ke SMA SIKA. Ketua Osis SMA SIKA itu adalah Lutfi. Tiba disana mereka tanya ruang OSISnya. “ Maaf ruang OSISnya dimana?”. “ Diujung sebelah kanan dekat kelas XI-IA1” jawab salah seorang siswa SMA tersebut.. Setelah mencari ruangan OSIS SMA SIKA tersebut, mereka langsung menemui Ketua Osisnya. “ Maaf bisa bertemu dengan ketua osisnya “ tanya Prita. “ ya saya sendiri “Jawab dari ketua Osis yang dapat memikat hati Prita. “ kami dari pengurus osis sma twelve. Perkenalkan saya Cisa Ketua osis sma twelve dan ini Prita sekretaris Osis”. Mereka berbincang – bincang. Setelah selesai bercakap tiba – tiba si Lutfi meminta no. Hp pada Prita, alasannya sih agar bisa dihubungi kalau ada sesuatu tentang undangan tersebut Tapi yang tak habis pikir kenapa dia kok gak tanya ama Cisa, padahal yang berkepentingan adalah Cisa. Mulai dari situlah Prita menaruh curiga, dan setelah dipikir – pikir Prita mulai suka dengan Lutfi. Suatu saat Lutfi mulai menanyakan kabar prita “ Halo g ngapain, gimana kabar mu ? “telphone Lutfi. “ aku lagi nonton TV dan aku juga baik – baik aja “ jawab Prita. Nah dari situlah Prita mulai dekat dengan Lutfi. Tiba – tiba mereka pergi ngedate ke suatu café. Disitulah mereka bercanda, sharring, ngobrol –ngobrol dan lain sebagainya. Lama kelamaan mereka tambah dekat layaknya orang pacaran.
Tanpa diduga, Lutfi menyatakan cintanya pada Prita di café taria. “ Ta, ingat nggak kamu waktu pertama kita bertemu di ruangan OSIS sekolah ku. Disitu kita masih malu – malu dan juga masih belum kenal “. “ Oh ya waktu itu kita masih belum kenal “ jawab prita. Prita tak tahu harus menjawab apa, karena dia sangat nervous ketika bertemu dengan Lutfi. Ketampanannya dan baik hatinya membuat jantung Prita berdebar – debar. Tanpa disadari, Lutfi berkata “ Ta kamu tahu maksudku saat aku tanyakan no HP mu ? “. Prita seakan diam seribu bahasa. Dia terkejut ketika Lutfi menyakan hal itu, yang selama ini menjadi tanda tanya besar bagi Prita. “ Bukannya kamu bilang kalau kamu tanya ketika itu untuk sewaktu –waktu ada masalah yang tidak dimengerti tentang undangan tersebut. Sampai saat ini aku masih bertanya – tanya tentang hal tersebut Fi. Seharusnya kan kamu bertanya pada Cisa ketua OSISnya. “ Prita nekat untuk bertanya tentang hal tersebut, karena dia sudah tidak tahan lagi untuk tahu apa sebenarnya maksud yang dikatakan Lutfi ketika itu. “ Tau nggak Ta ketika itu aku sudah mulai suka denganmu, sebetulnya aku mulai suka dari peristiwa itu. Kamu kan salah satu dari Genk yang suka nongkrong di Cafénia itukan. Disitu aku sering memperhatikan kamu, lalu aku mencari informasi tentangmu. Ternyata kamu adalah sekretaris OSIS SMA TWELVE. Aku tahu namamu dari seorang pegawai Café tersebut. Kebetulan sekali waktu itu kamu datang kesekolahku, langsung aja aku beranikan diri menanyakan no. hp mu. “ Prita sangat terkejut dan dia langsung meminum seteguk air untuk menghilangkan rasa nervousnya tersebut. “ Fi, kenapa waktu di Café kamu nggak langsung aja kenalan sama aku. Tapi bukannya aku sok tahu ya, kan lebih mudah gitu, jadi tak berbelit – belit. “ Lutfipun langsung menjawab pertanyaan dari Prita tanpa ada rasa deg – degan yang dialami Prita saat itu. “ Ketika itu aku masih malu dan aku baru pertama kali ada rasa sama anak cewek. Makanya kenapa aku tidak langsung kenalan sama kamu”. Prita pun diam, tak satu kata pun keluar dari mulutnya. Dia hanya menatap mata Lutfi yang tajam dan mendengarkan kata – kata manisnya. “ Ta, kamu kan sudah tahu gimana perasaan ku. Nah sekarang apakah kamu mau jadi cewek ku?”. Setangkai bunga Mawar diberikan Lutfi Untuk wanita yang di cintainya. Andai Prita tahu bahwa dia adalah cewek pertama Lutfi. Lutfi sangat berharap Prita mau jadi ceweknya, dengan kecantikan Prita, kelemah lembutannya, dan kedewassaan yang dimiliki oleh Pritalah yang Lutfi cari – cari selama ini. Hanya Di Pritalah Sifat itu ada . Denagn keberanian Lutfi, ia mengatakan Hal yang selama ini Prita tidak mengetahuinya “Dan seandainya kamu mau jadi cewekku, kamu adalah cewekku yang pertamaku
Sebelumnya aku belum pernah pacaran, aku hanya selalu konsen pada pelajaran atau urusan OSIS saja. Nah sejak bertemu denganmulah aku mulai merasakan jatuh cinta pada seorang cewek. Sekali lagi mau nggak kamu jadi pacarku? “. Prita sangat terkejut, kata – kata itulah yang selama ini ditunggu olehnya. Hari deme hari ia menunggu kalimat yang telah di ucapksn Lutfi. “ Fi kamu serius bicara seperti itu ? “. Keraguan dan ketidak percayaan pada laki – laki yang dicintainya itu mulai menghampiri hati Prita. Namun Lutfi mencoba menjawabnya “ Ta masak sih aku bercanda “. Itapun ( panggilan Prita ) semakin bingung dia masih tidak percaya akan hal tersebut, dalam hatinya dia seakan mimpi namun setelah dicubit terasa sakit ternyata ini adalah kenyataan. “ Bukannya begitu Fi, kitakan masih baru kenal. Apakah secepat itu ? “. Lutfi sangat takut untuk di tolak Prita “ Ta, apa salah kalau kita jalanin aja dulu ? “. Prita semakin bingung dan diapun menjawab OK dia mau jadi pacar Lutfi. Lutfi sangat bahagia sekali, akhirnya ia mendapatkan hati seorang cewek yang selama ini dia senangi dia menucapkan syukur kapada Tuhan. Baginya untuk mendapatkan seorang cewek seperti Prita membutuhkan perjuangan, dengan kesabaran dan jerih payahnya dia dapat menaklukkan hati Prita.
Setelah mereka memutuskan untuk berpacaran, Lutfi selalu menjemput Prita disekolahnya. Mereka terlihat begitu bahagia, bahkan teman –teman Pritapun ikut senang. Apapun yang membuat Prita senang pasti ketiga temannya itu selalu mendukungnya. “ Ta, ditunggu Lutfi di gerbang “. Prita sangat bahagia . Diapun menghampiri Lutfi sang Kekasih. Lutfi langsung saja menyapa pacarnya yang 1 bulan ini sebagai ceweknya “ Hai Yank sudah siap, sekarang kita mau kemana ? langsung pulang atau makan dulu ? “. Dengan senyum manisnya Prita menjawab “ Terserah kamu”. “ gimana kalau kita jalan – jalan dulu aja lagipula aku tadi sudah bilang kenyokap untuk pulang sore “ lanjut Lutfi.
Mereka pergi ke Café yang biasa mereka kunjungi. Disana mereka makan dan ngobrol. Tiba – tiba saja Prita ingin bicara serius dengan Lutfi “ Fi, aku ingin kamu kenal ama ortuku. Aku ingin kita pacaran tidak sembunyi –sembunyi seperti ini. Orang tuaku ingin kalau aku sudah punya pacar agar pacaran dirumah saja”. Lutfi langsung saja menjawab tanpa berpikir lagi “ ayo aja kapan kamu kenalin aku ke ortumu bagiku tidak ada masalah, apa sih yang nggak buat kamu “. Prita tersenyum bahagia bahwa kekasihnya dapat mengerti apa yang ia inginkan selama ini. Hati Prita terasa lega menyampaikan hal tersebut. Mereka sepakat hari sabtu esok, mereka tidak akan pergi kencan diluar, namun di rumah Prita.
Saturday night telah tiba, untuk saat ini berbeda dengan biasanya. Kali ini mereka asyik ngobrol dirumah Prita. Mereka diizinkan untuk berpacaran oleh ortu Prita. “ Alhamdulilah Say kita sudah diijinkan oleh ortumu “ ungkap Lutfi. Prita dari tadi hanya tersenyum dan tidak banyak bicara seperti biasanya, mungkin dia masih malu atau segan dengan ayah dan ibunya. Padahal ortunya hanya biasa saja. “ Sayang gak biasanya kamu diam seperti ini, emang kamu ada masalah ya? “. “ ah tidak hanya saja aku malu dengan kadua orang tuaku “. Dan lutfi hanya menggelengkan kepala padahal dalam hatinya dia saja tidak malu, karena dia pikir orang tua Prita adalah Orang tuanya juga. “ kenapa harus malu Sayang itukan orang tua mu sendiri. Sudah nggak usah malu aku jadi Gimana gitu kalau kamu diam saja, masa dari tadi aku yang ngomong duluan kan kesannya gimana ? Ah tak enak pokoknya “. Setelah lama berbincang Lutfi meminta ijin untuk pulang. “Ta aku pulang dulu ya ! besok aku jemput jam 6 pagi. Jangan lupa ya ? “ “ OK “.
Serelah 3 bulan hubungan antara Prita & lutfi terjalin, tiba – tiba saja ada yang aneh dari Secci. Akhir – akhir ini dia dekat dengan lutfi. Bahkan dia sering munghubungi Lutfi, mulai dari sms, missedcall, calling atau yang lain. Ketika Prita asyik membaca sms dari hp Lutfi, dia terkejut dengan adanya sms dari Secci, didalam sms Lutfi, Secci mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan kekasihnya itu di Cefenia jam 7 malam pada hari rabu. Prita mulai menaruh curiga pada sahabatnya itu “ jangan – jangan Secci mulai suka nih sama Lutfi, tapi apakah itu benar ? ah sepertinya tidak mungkin! Dia kan tidak seperti itu “. Prita akan mengikuti mereka saat makan di Cafenia.
Tanpa diduga ternyata benar apa yang selama ini dibenak Prita. “ Lutfi, Secci ngapain kalian disini Jangan –jangan kalian??? Gak mungkin “. Prita pun meninggalkan Café tersebut. Lutfi pun mengejar prita “ Prita! Aku menjelaskan semua ini. Aku dan Secci hanya makan saja dan aku tidak ada hubungan apa –apa denganya percayalah denganku. Please!! “. Prita pun hanya menggelengkan kepala dan langsung meninggalkan Lutfi. Lutfi berusaha menghubungi kakasihnya tersebut, tapi tak ada jawabannya. Dia mencoba sms Prita namun tidak dibalas, dia telepon tapi tidak diangkat kadang – kadang tidak aktif. Lutfi sangat kebingungan, dia berpikir mengapa ini harus terjadi padanya ?. Lutfi mencoba bertukar pikiran dengan Secci , namun secci mencoba menghubungi Prita tidak bisa. Setiap kali ia bertemu dengan temannya tersebut Prita selalu menghindarinya. Segala usaha yang dilakukan Lutfi tidak membuahkan hasil, mulai dari mengirimkan bunga kesukaan Prita, surat dan sebagainya.
Lutfi mulai mencoba mendekati Prita di sekolah, tapi tak kunjung berhasil. Disisi lain Secci hanya dapat mengatakan penyesalan saja, dia putus asa apa yang harus ia lakukan untuk Lutfi karena perbuatannya Prita dan lutfi menjadi bertengkar. Setiap hari ia dihantui rasa bersalah pada sahabatnya tersebut. Secci takut nantinya dia dijahui dan dimusuhi kedua sahabatnya yang lain.
Ketika di sekolah Prita menceritakan masalah yang telah di hadapinya, pada saat itupulah batang hidung Secci tidak terlihat. Entah kenapa mungkin ia takut dengan Prita atau kedua teman yang lainnya. Tapi hal tersebut dihiraukan oleh Prita, dia tak menyangka temannya tersebut telah mengkhianatinya. “ Aku tak menyangka Secci setega itu dengan ku !, dia mengkhianati ku. Dibelakangkun dia mendekati Lutfi, padahal ia tahu bahwa Lutfi adalah kekasihku. Aku punya salah apa ke Secci ?, sehingga ia tak menyadari bahwa apa yang telah dilakukannya itu telah membuatku sakit hati “. Rini dan Pretty Berusaha menenangkan hati Prita. Disamping Prita hanya dapat menangis ia pun berusaha untuk tetap sabar dan tegar.
Kedua temannya tersebut tak menyangka Secci setega itu kepada Pritta, bawasannya Secci telah menkhianati sahabatnya sendiri, sahabat yang telah 3 tahun mereka jalani. Pretty dan Rini mencoba berpikir bagaimana jalan keluarnya agar persahabatan diantara mereka tetap berjalan dengan baik. “ Bagaimana kalau kita berkumpul di tempat biasanya untuk membahas masalah ini? Tidak mungkin karena masalah ini persahabatan kita akan hancur”. Rini juga sependapat dengan Pretty, persahabatan yang telah dibina tak mungkin secepat ini akan pecah, apalagi dengan masalah sepele seperti ini. Baginya masalah karena cowok saja, adalah masalah yang tidak mudah untuk memecahkan persahabatan mereka.
Pertemuan di Cafenia dimulai, tanpa habis pikir langsung saja Rini menanyakan pada Secci“ Sungguh Cci kami tidak menyangka!!! “. secci diam seribu bahasa, namun dia tidak tahan dihakimi dengan temannya “ sebenarnya aku membutuhkan seorang cowok sebagai temanku “. Pritta, rini dan pretty tidak habis pikir dengan secci “ kami ini kamu anggap apa ?, kamukan bisa curhat dengan kita tanpa harus dengan Lutfi. Bukannnya kamu tahu kalau Lutfi itu cowoknya Pritta “. Secci pun mencoba untuk menjawab pertanyaan teman – temannya tersebut,” Bukannya begitu kalian semua adalah temanku. Aku hanya ingin konsultasi dengan cowok karena ini adalah masalah cowok”. Ketiga temannya semakin kesal dengan Secci “ tapi kamu kan mestinya bilang ke Prita jadi dia tidak mencurigai kamu “. secci sangat menyesal “ Teman –teman maafkan aku terutama Pritta aku sangat menyesal dan aku berjanji tidak akan menulanginya lagi “.
Prita dan secci baikan akhirnya persahabatan mereka utuh kembali. Selain itu jalinan asmara Lutfi dan Prita tetap terjalin. Mereka berjanji akan lebih terbuka dalam memiliki masalah.
Akhirnya masalah mereka telah terpecahkan. Seperti biasanya, setiap hari Minggu mereka berkumpul di Cafenia. Meskipun tidak ada waktu mereka berempat mencoba berusaha untuk tetap saling berkomunikasi. Dengan komunikasilah persahabatan akan tetap terjalin.
Akhir –akhir ini Pretty, Prita dan Secci jarang bertemu dengan Rini. Setiap kali mereka bertemu dengan Rini, selalu saja Rini diam. “ Ada apa denganmu Rin? Apa kamu ada masalah ? ceritakan saja, bukannya kita sudah sepakat bahwa kita harus saling terbuka antara satu dengan lainnya” tanya Prita. Rini hanya menjawab bahwa dia tidak mempunyai masalah, hanya saja dia kecapekan. Ketiga sahabat Rini tersebut tidak percaya dengan Rini.Mereka berusaha untuk mencari informasi tentang Rini.
Suatu Ketika Prita dan Lutfi pergi makan malam di suatu Café. Lama tidak pergi dengan Lutfi mereka pun meneruskan pergi ke sebuah Diskotik ternama. Lazimnya anak muda, mereka dugem di Diskotik tersebut. Mulai dari free dance, ajeb – ajeb atau apa saja mereka lakukan. Tanpa disangka Lutfi dan Prita bertemu dengan Rini. Saat itu Rini mabuk berat, ia asyik dugem dengan teman – teman cowoknya. Prita tidak percaya akan hal itu ia mencoba menanyakan pada Lutfi “ Kak ( panggilan Lutfi ) lihat itu, Apa itu Rini ? “. Lutfi pun menoleh kearah yang ditunjuk kekasihnya tersebut, “ Ia itu Rini dengan siapa dia? “. tanda tanya besar dibenak sepasang kekasih tersebut.
Di SMA Tweleve lah Prita menceritakn hal itu kepada kedua temannya
Tersebut. Mereka tidak percaya akan hal itu karena Rini orangnya cukup dewasa dan pendiam. Mereka bersepakat untuk menyelidiki apa saja yang dilakukan sahabatnya ketika tidak bersama mereka. Bel Istirahat berbunyi kempat sahabat tersebut pergi ke kantin. “ Rin, kamu hari Minggu kemarin kemana ? kok kamu tidak datang ke Cafenia ?”. Rini menjawab pertanyaan mereka dengan santai seolah – olah sahabatnya tersebut tidak tahu apa yang dilakukannya “ Oh aku di rumah Mama dan Papaku pergi keluar kota sehingga aku di suruh menunggu rumah”. Pretty, Secci dan Prita tidak percaya namun mereka tidak mempunyai cukup bukti untuk menyangkal Rini, meskipun Prita melihat kejadian malam itu dengan mata kepalanya sendiri.
Prety, Prita, Secci dan Lutfi berkumpul Di tempat biasa mereka ngobrol, tapi Rini tak datang. Itu hal yang biasa bagi mereka saat ini, karena sudah 2 minggu Rini tidak berkumpul dengan mereka. Dalam pikir mereka mungkin Rini perklu refresing. Tiba – tiba ada suara dering Handphone milik Prita, ternyata mama Rini yang menelphone. “ Hallo, Prita Rini apa ada disitu karena Tante Hubungi hpnya kok tidak aktif ?. Prita semakin tidak mengerti “ Te, Saat ini Rini tidak bersama kami?”. Mereka semakin bingung apa yang sebenarnya terjadi pada temannya tersebut?.
Lagi – lagi setelah Prita, Pretty dan Secci menanyakan hal tersebut Rini selalu menjawab dengan santai. Bahwa ia pergi ke Warnet, tapitak semuda itu mereka percaya. Mereka mencoba menanyakan berulang ulang pada Rini, tapi tetap saja.
Suatu ketika Secci dan teman – temannya tersebut pergi ke Diskotik yang ketika itu Prita mengetahui Rini yang sedang asyik dugem. Sambil menunggu kedatangan Rini mereka bercakap – cakap. Setelah lama menunggu, akhirnya Rini datang juga. “ Hey, itukan Rini dan bersama teman – temannya yang waktu itu” unkap Prita. Mereka pun mengawasi seitiap gerak – gerik Rini layaknya seorang detektif yang sedang beraksi.
Tiba –tiba beberapa petugas polisi menggrebek tempat diskotik tersebut. Setiap pengunjung di gledah, begitupulah dengan Secci dan kawan – kawannya. Tapi tak ada satu bukti yang menunjukkan bahwa mereka membawa narkoba. Mereka berusaha mencari Rini di sela – sela keramaian tersebut, tanpa diduga ternyata Rini terbukti membwa narkoba. Mereka sempat tidak percaya paa yang diperbuat oleh sahabatnya tersebut. Mereka perl;ahan –lahan mendekati Rini,di benak mereka apakah itu memang Rini. Ternyata setelah didekati itu memang benar – benar Rini sahabat mereka yang begitu diam dan dewasa. Sahabat yang layaknya seorang saudara bagi mereka dan sebagai mama mereka karena sifat keibuan Rini. “ Rin mengapa kamu melakukan hal tersebut? Bukannya kamu yang mengajari kami untuk bertindak lebih baik, dan mengapa kamu sendiri yang melakukan kalimat tersebut?” bantah Secci. Rini hanya bisa diam, sambil di bawa Polisi untuk diamankan Sahabatnya menghubungi kedua orang tua Rini. Keluarganya tidak menyangka bahwa Rini dapat melakukan hal teresbut.
Akhirnya Rini mendekap di balik jeruji, masa muda, masa sma yang begitu indah dilewatinya di dalam sel penjara. Namun ketiga temannya tersebut selalu memberikan dorongan semangat pada Rini agar selalu tegar , tabah dan sabar. Rini menyesal dan sadar bahwa sahabat, teman dan keluarga adalah orang – orang yang paling berharga baginya. Dia berjanji bawasannya dia tidak akan mengecewakan oarng terdekatnya tersebut untuk kedua kalinya.
Quantcast

Malaikat ?

Posted by : Life is an Adventure di 01.59 0 Comments

“Bu, apa malaikat itu ada?”

Di sekolah, Lou sering mendengar ibu gurunya bercerita tentang malaikat. Lou tak mengerti, tapi sepertinya gurunya itu memang terobsesi dengan malaikat. Lou mendengar banyak cerita tentang malaikat. Mulai dari ciri-ciri malaikat, jenis-jenis malaikat, nama-nama malaikat, hingga kehebatan malaikat-yang tentu saja selalu membuat Lou terpesona setiap mendengar cerita gurunya itu.

Tapi dari sekian banyak yang Lou dengar dari gurunya, satu hal yang paling diingatnya: yakni bahwa malaikat memiliki sayap, dan sayapnya sangat, sangat, sangaaat lebar. Gurunya itu bilang ketika malaikat mengibaskan sayapnya sekali, maka ia akan menempuh jarak dari bumi hingga langit lapis pertama. Ketika ia mengibaskan sayapnya sekali lagi, maka ia akan sampai pada langit lapis kedua. Begitu seterusnya.

“Woooww..”, kata Lou terkesima mendengar gurunya.

Namun Lou lebih terpesona lagi ketika dikatakan bahwa kehebatan sayap malaikat itu tak ada apa-apanya ketika ia berada di dalam surga.

“Memangnya kenapa, Bu Guru?” tanyanya lugu.

Saat di surga, malaikat pernah ingin mencoba mengukur luas surga itu. Ia pun diberikan izin oleh Tuhan. Lalu ia mengibaskan sayapnya sekali. Ia gagal. Sekali lagi dikibaskannya sayapnya. Tidak juga ketemu batasnya surga. Malaikat pun mengibas-kibaskan sayapnya berkali-kali. Hingga akhirnya ia menyerah sebab tak juga ditemukannya batas surga. Begitu gurunya menerangkan kepada Lou.

Lou terkesima sekali lagi.

Gurunya, yang tahu kalau Lou tertarik mendengar cerita-ceritanya tentang malaikat, sering mengajak Lou berbincang-bincang saat jam istirahat. “Kamu mau dengar yang lain lagi tentang malaikat?” tanya ibu guru yang tergolong masih muda itu sambil tersenyum kecil kepada Lou. Lou menatapnya seraya mengangguk. Ibu guru itu pun bercerita lagi tentang malaikat. Atau kalau di kelas sedang ramai, ia mengajak Lou ke kantin atau ke ruangannya atau ke taman untuk berkisah tentang malaikat.

Saat mulai berkisah tentang malaikat, seperti biasa, Lou hanya bisa menatap ibu gurunya itu dengan mata berbinar-binar.

“Bu, Lou ingin bertemu dengan malaikat.”


***


Lou demam tinggi. Di sekitar tempat tinggalnya memang sedang heboh wabah demam berdarah dengue (DBD). Anak-anak silih berganti terkena wabah tersebut. Ada yang hanya sampai demam, ada juga yang sampai meninggal. Orang tua Lou panik, mengetahui suhu tubuh anaknya tak juga kembali normal. Akhirnya mereka memutuskan membawa Lou ke rumah sakit.

Lou kesal sekali berada di rumah sakit. Karena ia jadi tak bisa pergi ke sekolah. Dan karenanya Lou tak bisa bertemu ibu gurunya yang cantik dan mendengar cerita-cerita tentang malaikat. Suster, apalagi dokter di sini, tak ada yang tahu soal malaikat. Setiap Lou bertanya kepada suster yang merawatnya atau kepada dokter yang memeriksanya, apakah mereka tahu tentang malaikat, mereka hanya tersenyum dan tak menjawab pertanyaan Lou.

Dan kalau Lou bertanya kepada ibunya, ibunya hanya menjawab, “Kamulah malaikat kecil ibu, nak.” Sambil mengusap-usap kepala dan mencium pipi Lou.

Lou suka menggambar. Televisi di kamar tempat ia dirawat sama sekali tak memberinya hiburan. Maka ketika suster datang untuk memberinya sarapan, ia meminta buku gambar dan pensil. Lou pun mulai menggoreskan pensilnya di atas kertas putih. Ia menggambar malaikat.

Lou mulai dengan menggambar wajah malaikat. Tak ada mata, hidung, maupun bibir. Hanya sebuah garis seperti kurva yang membuka ke atas. Setelah itu ia menggambar rambutnya. Rambut malaikat seperti apa ya, batin Lou. Ibu guru tak pernah bercerita tentang rambut malaikat kepadanya. Ia pun mengarang-ngarang sendiri. Ia menggambar bentuk rambutnya sendiri. Lalu ia menggambar tubuhnya. Ia juga tak sempat bertanya kepada ibu guru apakah malaikat itu tubuhnya seperti anak kecil atau orang dewasa. “Aduh, kenapa nggak pernah nanya sama bu guru ya, bego.” Lalu ia memutuskan untuk menggambar tubuh anak kecil. Karena lebih mudah dan nanti kalau sudah selesai bisa dijadikan teman, batinnya. Lou tersenyum sebentar. Lalu ia meneruskan menggambar.


***


Ibu guru Lou bertamu ke rumah orangtua Lou dan meminta maaf kepada mereka, juga kepada Lou. Ia meminta maaf karena tak sempat menjenguk Lou di rumah sakit. Mendadak banyak yang harus diurus, katanya. Lou senang sekali dapat bertemu lagi dengan ibu guru. Walaupun ia belum pergi ke sekolah karena dianjurkan untuk istirahat dulu satu-dua hari di rumah. Tapi paling tidak ia bisa bertanya lagi tentang malaikat kepada gurunya itu.

Dengan antusias, gurunya pun bercerita bahwa malaikat dapat merubah wujudnya menjadi apa saja, termasuk menjadi manusia. Ketika ia merubah wujudnya menjadi seorang manusia, ia bisa menjadi siapa saja. Seorang lelaki, perempuan, anak kecil, orang dewasa, penjual sayur, polisi lalu lintas, pemungut sampah, tukang becak, siapa saja yang ia inginkan.

Lou termangu dan mulutnya membentuk huruf ‘O’ kecil.

“Kenapa malaikat mau berubah jadi manusia, Bu Guru?” tanya Lou penasaran.

Ibu guru berkata bahwa manusia sering memiliki masalah. Dan malaikat ada yang ditugaskan oleh Tuhan untuk membantu manusia. Begitulah, Tuhan memiliki cara kerja yang bermacam-macam bentuknya. Bisa langsung dari-Nya, bisa juga lewat malaikat-Nya. Nah, salah satu cara malaikat membantu manusia adalah dengan mengubah wujudnya menjadi manusia dan langsung memberikan pertolongannya kepada manusia yang sedang tertimpa masalah itu.

“Berarti Ibu juga malaikat, ya? Ibu sudah menolong Lou. Waktu Lou di rumah sakit Lou cuma ingin dengar cerita tentang malaikat. Tapi Ibu nggak datang ke rumah sakit. Jadi Lou cuma bisa bikin gambar malaikat. Lou sembuh gara-gara ngebayangin malaikat terus. Itu semua karena Ibu.”

Ibu guru tersenyum. “Kamu menggambar malaikat? Coba sini ibu lihat.”

Lou berlari kecil ke kamarnya lalu keluar dengan membawa selembar kertas. Kedua tangannya disembunyikannya di belakang. “Ayo, mana sini ibu lihat malaikatmu.” Kata ibu guru. Dengan malu-malu, Lou menyerahkan selembar kertas itu kepada ibu guru. “Jangan ketawa ya bu,” kata Lou.

Sesuatu pada selembar kertas tersebut membuat ibu guru Lou terdiam. Sesuatu telah membuat dadanya sesak dan adegan-adegan masa lalu mendadak berkelebatan dalam kepalanya. Detak jantungnya melamban. Kenangan manis sekaligus pahit menyerang lubuk hatinya. Ia menutup mulut dengan sebelah tangan. Ada setitik air menyembul dari sudut matanya.

Lou terdiam, ia terheran-heran melihat ibu guru seperti sedang sedih. “Ibu, kenapa nangis?” tanyanya.

“Lou, kamu juga malaikat. Kamu didatangkan Tuhan untuk menolong ibu.”

Anaknya itu, jikalau masih hidup, pasti dia sekarang sudah seusia Lou. ***

Wanita sempurna

Posted by : Life is an Adventure di 01.56 0 Comments


Ini kisah perjumpaan dua orang sahabat yang sudah puluhan tahun terpisahkan hidupnya. Mereka kangen-kangenan, ngobrol ramai sambil minum kopi disebuah kafe. Awalnya topik yang dibicarakan adalah soal-soal nostalgia zaman sekolah dulu, namun pada akhirnya menyangkut kehidupan mereka sekarang ini.‘Ngomong-ngomong, mengapa sampai sekarang kamu belum juga menikah?’ ujar seorang kepada temannya yang sampai sekarang membujang. ‘Sejujurnya sampai saat ini saya terus mencari wanita yang sempurna. Itulah sebabnya saya masih melajang. Dulu di Bandung, saya berjumpa dengan seorang gadis cantik yang amat pintar. Saya pikir ini adalah wanita ideal yang cocok untuk menjadi istriku. Namun ternyata di masa pacaran ketahuan bahwa ia sangat sombong. Hubungan kami putus sampai di situ.‘Di Jakarta, saya ketemu seorang wanita rupawan yang ramah dan dermawan. Pada perjumpaan pertama, aku kasmaran. Hatiku berdesir kencang, inilah wanita idealku. Namun ternyata belakangan saya ketahui, ia banyak tingkah dan tidak bertanggung jawab.‘Saya terus berupaya mencari. Namun selalu saya temukan kelemahan dan kekurangan pada wanita yang saya taksir. Sampai pada suatu hari, saya bersua wanita ideal yang selama ini saya dambakan. Ia demikian cantik, pintar,baik hati, dermawan, dan suka humor. Saya pikir, inilah pendamping hidup yang dikirim Tuhan.’‘Lantas,’ sergah temannya yang dari tadi tekun mendengarkan, ‘Apa yang terjadi? Mengapa kau tidak segera meminangnya?’Yang ditanya diam sejenak. Suasana hening. Akhirnya dengan suara lirih, sang bujangan menjawab, ‘Baru belakangan aku ketahui bahwa ia juga sedang mencari pria yang sempurna.’

Sahabat Lama

Posted by : Life is an Adventure di 01.51 0 Comments


Cuaca panas diledakkan oleh teriakan seorang ibu dari sebuah halte bis.
“  Jambret!” Teriaknya. Ibu itu setengah gila, meronta-ronta, melompat-lompat.
Orang-orang terperangah, lirik kiri- kanan, mencari-cari. Ya, pak Polisi gagah datang, pistol mendongak.
” Jambret….!” Ibu itu menunjuk-nunjuk, seseorang berlari kencang membawa sebuah tas kulit. Pak Polisi gagah itu pun mengejarnya. Pistol mulai keluar, diacungkan.
” Berhenti….!” Duarrrr….suara pistol meledak. Udara belah.
Jambret  sial sialan itu berhenti. Pasti. Takut.
” Angkat tangan…! Buka topengmu goblok!”
Penjambret sial sialan itu mengangkat tangan, membuka topeng.
” Kkkkkkkkau!” Tunjuk pak Polisi gagah..” Ahaa….kau si Juned! Sahabat lamaku!?”
” Halah…Kkkkkau si Safri…sahabat  lamaku!”
” Sini biar kuambil tas kulit itu!”
Kemudian mereka berpelukkan, sahabat lama yang sudah puluhan tahun tidak jumpa. Tas kulit diberikan kepada si ibu. Si ibu bukan main memberi hormat dan salam secara berlebihan kepada pak Polisi gagah.
” kau..ikut aku ke kantor Polisi…Juned!”
” Oke….!”
Di kantor polisi JUned mendapat perlakuan istimewa. Ia dikurung dalam kerangkeng khusus, diberi fasilitas istimewa, ada kamar mandinya, ada kasur empuknya, membuat tahanan lain iri kepadanya.
” Sahabat…besok pengadilanmu akan dilaksanakan…!”
” Oke, sahabat lamaku!” Bukan main bahagianya Juned.
Ruang pengadilan biasa-biasa saja, karena kasus nya bukan kasus selebritis. Pengacara Juned namanya si Paruntungan Hasibuan , masih sama, sahabat lama si Juned..
Pak Hakim masuk.
” Oalaaaaa……!” Mata Pak Hakim yang sifit itu terbelalak tajam ketika melihat terdakwa. ” Kkkkkau…si Juned…Sahabat Lamaku…!”
” Halahhh….kau…si Norman, sahabat Lamaku…!”
” Lama kita tak bersua ya?”
” Ya, memang cukup lama, Kau si Paruntungan Hasibuan!” Pak Hakim menunjuk pengacara si Juned. Pak polisi gagah pun masuk, datang agak telat memang,ingin menyaksikan jalannya pengadilan.
” Haaa? Kkkkkau….si Jefrii…!?” Teriak Pak Hakim kegirangan.
Pada akhirnya ruang sidang itu dipenuhi oleh gelak tawa dan pembicaraan masa lalu. Kenangan. Masa-masa SMA.
” Nostalgia…SMA kitaaaaaa…..!” Teriak mereka, sambil memukul-mukulkan palu pada meja.

Narsis berfoto..akibat tegnology maju? :D

Posted by : Life is an Adventure di 01.46 0 Comments



Amaliya Ummul, siswi kelas XI SMA Brawijaya Smart School Malang, mengaku paling narsis dengan nimbrung foto bareng temannya. “Aku sama teman-teman akrabku memang paling hobi foto, dimana pun kita berada dan ada kamera, entah kamera digital, atau hanya kamera HP pasti spontan langsung berpose,” ujarnya.
Cewek manis kelahiran Pekanbaru 6 Juli 1994  ini mengatakan foto bareng teman lebih asik dan seru. “Gayanya pasti berbeda-beda dan lucu, trus juga nggak ada kata malu, jadi saat foto bareng bawaanya senang dech,” tambahnya.
Meski mengaku paling suka narsis berfoto dengan teman-temannya tapi cewek yang biasa dipanggil Icha ini juga suka narsis foto saat ada momen tertentu. “Biasanya sih kalau aku punya baju baru yang lumayan bagus, nggak bakal aku lewatkan season pemotretan, walau hanya pemotretan pribadi lewat HP, tapi kan punya dokumentasi, hehe,” tambah penyuka warna putih ini.
Icha mengaku suka foto sejak kecil. “Kalau dulu kan biasanya yang sering ngajak foto mama, pokoknya sering banget deh foto-foto, sampai koleksian foto di pigura penuh banget, dari aku bayi sampai aku gede kayak gini,” terang cewek penyuka nasgor ini.
Dia menambahkan kalau fotonya itu membuat orang terinspirasi. “Kalau lagi bete, boring nggak ada kegiatan, mending foto-foto, toh itu kan juga manfaat buat aku, selain buat dokumentasi, ternyata berfoto juga kasih aku inspirasi, khususnya untuk inspirasi gaya. Pokoknya nggak bakal mati gaya dech,” pungkasnya.
Walaupun mengaku sangat narsis, Icha juga mengimbau kepada sobat Xpresi agar tidak over dalam narsis berfoto. “Jangan sampai dech narsis foto berdampak negatif, apalagi berfoto dengan pose nggak bener, bisa-bisa malah dicap aneh-aneh lagi,” imbuhnya. (mia/han)

Narsis Bikin Jengkel

Alfidah Dwi Pertiwi siswi kelas XI-IPS SMA Islam Malang pernah membuat jengkel temannya karena narsis dengan gaya bicara meninggi, padahal niat Fida hanya bercanda. “Dengan narsis aku bisa mengekspresikan apa yang ada di dalam diriku, semauku atau sesuka diriku, tanpa ada rasa canggung. Biasanya dari gaya bicaraku yang selalu meninggi, kadang diketawain atau malah temanku merasa jengkel sama kelakukan atau omonganku yang selalu meninggi, dan ujung-ujungnya ngerendahin atau menyudutkan teman. Akhirnya temanku jengkel, padahal niatnya hanya bercanda,” papar cewek yang suka dengan warna hijau ini. Wah, kalo gitu jangan diterusin dong. . .(rul)

Diajak Foto Orang Tak Dikenal

Cewek yang mengaku asli Gresik, Shabrina Awanis siswi kelas XI-IA-3 MAN 3 Malang ini mengatakan, ia sering foto dengan gaya narsis, hingga suatu kali dia pernah diajak foto dengan orang yang tak dikenalnya.
“Kejadiannya tahun kemarin di Ciputra Water Park. Aku dan teman-temanku habis foto-foto narsis gitu, terus tiba-tiba ada orang se-geng yang minta foto bareng sama aku dan temanku, ya udah deh, aku iya kan. Pernah juga saat Mei lalu, di sekolah ada acara International Day dengan dresscode baju khas luar negeri. Aku dan temanku sengaja memakai baju khas India yang heboh sekalian biar eksis, ha ha ha.. dan ternyata lumayan banyak juga orang yang minta foto bareng sama kita, hehehe,” kata cewek yang mengikuti Ekskul Paskibra ini. (rul/han)

Narsis Tapi Nggak Lebay

Salah satu sahabat Xpresi M-Teens yang mengaku narsis adalah Indrapramita Nastiti, siswi kelas XI-Bilingual MAN 3 Malang. Meski demikian, Nastiti punya batasan, narsis yang nggak lebay.
“Narsisnya bukan narsis lebay, tergantung mood sih. Narsis seperti suka foto-foto gitu, hehehe, nggak sampai setiap ada kamera langsung mejeng, kalau gitu sih namanya lebay. Selama ini teman-temanku nggak pernah berkomentar tuh, malahan nyantai semua, soalnya mereka juga pada narsis kok,” ujar cewek yang mengaku phobia dengan kucing ini. (rul/han)